Monday, March 17, 2014

Ibadah pengucapan syukur di rumah Kel. RB Sagala

Pada hari sabtu malam, 15 Maret 2014 diadakan ibadah pengucapan syukur di rumah Bapak RB Sagala. Adapun pengucapan syukur ini menurut tuan rumah berkaitan dengan beberapa hal yang terjadi di dalam kehidupan keluarga besar RB Sagala, yaitu kehamilan istri dari Bpk. Bonardo Sagala yang menginjak usia kehamilan 7 bulan dan diperkirakan akan melahirkan pada bulan Mei. Selain itu ucapan syukur juga karena ada promosi jabatan dari Bpk. Harris Sembiring di dalam pekerjaannya.

Ucapan syukur ini juga karena ada 2 warga warga sektor 6 yang akan dilantik dalam jabatan pelayanan Penatua, dan juga ada 1 orang penatua yang akan selesai masa jabatannya dan akan kembali kedalam jemaat, yang kebetulan juga ditugaskan sebagai pengkotbah dalam ibadah ini.

Ibadah pengucapan syukur ini dihadiri oleh 52 orang warga sektor yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan juga anak-anak. Ibadah ini dipimpin oleh Bapak Anthony Siregar. Setelah ibadah diadakan makan malam bersama yang disediakan oleh tuan rumah, lalu dilanjutkan dengan latihan vokal grup sektor.












Friday, March 14, 2014

Melayani di Ibadah Umum



Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya maka sektor 6 akan bertugas melayani di ibadah minggu pada tanggal 23 Maret 2014 di ibadah jam 18.00 dan pada tanggal 6 April 2014 di ibadah jam 10.00.

Sektor 6, sama seperti sektor lainnya akan bertugas sebagai:
- Kantoria
- Pemusik
- Kolektan
- Penerima Tamu

Khusus kantoria ini sektor 6 akan mengerahkan warga sektor sebanyak 30-an orang yang terdiri dari bapak/ibu, anak-anak, dan juga opa/oma. Selain kantoria yang bertugas memandu pujian lagu-lagu ibadah bersama dengan pemusik, sektor 6 juga akan memberikan persembahan pujian yang berjudul "Ku Amat Haus di Gurun Dosa" (NKB 16). Selamat mempersiapkan diri dalam melayani Tuhan.


Segala segala sesuatu yang perlu diketahui tentang Masa Pra Paska



Apa itu masa prapaska?
Masa Pra Paska adalah masa 40 hari sebelum paska, yang digunakan gereja untuk mempersiapkan diri dalam merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari minggu paska

Kapan masa prapaska dimulai?
Masa Prapaska dimulai pada hari Rabu Abu, yaitu hari di manaumat percaya menerima tanda salib dari abu di dahi. Masa Prapaska berakhir pada siang hari Sabtu Sunyi. Lima hari minggu prapaska tidak terhitung dalam masa 40 hari tersebut

Mengapa orang percaya membubuhi dahinya dengan tanda salib pada hari Rabu Abu?
Sebab menurut Alkitab tanda di dahi adalah lambang kepemilikan seseorang. Dengan tanda salib di dahinya melambangkan bahwa orang tersebut adalah milik Yesus Kristus, yang mati di kayu salib.
Tanda itu serupa dengan tanda rohani atau materai yang dimateraikan dalam Baptisan Kristiani yaitu ketika manusia dibebaskan dari perbudakan dosa, serta dijadikan hamba kebenaran (Roma 6:3-18) Tanda yang serupa dengan gambaran orang-rang benar di kitab Wahyu 7:3 "Janganlah merusak bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memateraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Mengapa diberi tanda dengan abu?
Abu juga melambangkan kematian yang mengingatkan kita kan ketidakabadian kita. Karenanya ketika imam dengan ibu jarinya membubuhkan abu di kening jemaat, ia akan mengatakan "Ingatlah manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu", seperti yang difirmankan Tuhan kepada Adam (Kej 3:19; Ayub 34:15; Mazmur 90:3; Mazmur 104:29; Pengkotbah 3:20). Perkataan tersebut diucapkan juga ketika dalam pemakaman, "Abu menjadi abu, debu menjadi debu", sesuai Firman Tuhan kepada Adam, dan sesuai dengan pengakuan Abraham "aku debu dan abu" (Kejadian 18:27). Demikianlah abu menjadi tanda ketidakabadian kita serta mengingatkan kita akan pentingnya bertobat sebelum hidup kita di dunia ini berakhir dan kita menghadap Sang Pencipta.

Berasal dari manakah Abu yang dipakai pada Rabu Abu?
Abu tersebut dibuat dengan membakar daun-daun palma yang berasal dari Hari Minggu Palma di tahun sebelumnya. Daun-daun palma tersebut kemudian diberkati oleh imam, abu yang telah diberkati telah digunakan dalam ritual keagamaan sejak jaman nabi Musa (Bilangan 19:9-10,17).

Mengapa daun-daun palma yang berasal dari Hari Minggu Palma tahun sebelumnya yang digunakan?

Sebab hari Minggu Palma adalah saat rakyat bersukacita menyambut Tuhan Yesus dan memasuki Yerusalem dengan jaya. Mereka menyambut kedatanganNya dengan melambaikan daun-daun palma. Sedikit diantara mereka yang menyadari bahwa Ia datang untuk wafat guna menebus dosa-dosa mereka. Dengan menggunakan daun-daun Minggu Palma, gereja hendak mengingatkan bahwa kita selayaknya tidak hanya bersukacita atas kedatangan Tuhan Yesus, tetapi juga menyesali kenyataan bahwa karena dosa-dosa kitalah maka Ia harus wafat bagi kita guna menyelamatkan kita dari api neraka.

Mengapa hari minggu tidak terhitung dalam 40 hari masa prapaska?

Sebab hari minggu adalah hari Kebangkitan Kristus, jadi hari minggu bukanlah saat yang tepat untuk berpuasa dan menyesali dosa-dosa kita. Pada hari Minggu kita wajib merayakan Kebangkitan Kristus demi keselamatan kita. Pada hari Jumat-lah kita mengenang wafat-Nya demi menebus dosa-dosa kita. Setiap Hari Minggu sepanjang tahun adalah hari-hari pesta dan hari jumat sepanjang tahun adalah hari-hari tobat.

Mengapa Prapaska berlangsung selama 40 hari lamanya?

Sebab 40 hari adalah angka yang diyakini dalam Kitab Suci sebagai waktu untuk pendisiplinan diri, penyembahan serta persiapan. Musa tinggal di gunung Allah selama 40 hari (Keluaran 24:18; 34:28), Elia berkelana selama 40 hari sebelum ia tiba di gua di mana ia mendapat penglihatan (1 Raja-raja 19:8), Niniwe diberi waktu selama 40 hari untuk bertobat ((Yunus 3:4), dan yang terutama, sebelum memulai karya pewartaan-Nya, Yesus melewatkan 40 hari di padang gurun untuk berdoa dan berpuasa (Matius 4:2).
Karena masa prapaska adalah masa untuk berdoa dan berpuasa, maka selayaknyalah kita meneladani Tuhan dengan masa 40 hari lamanya. Kristus menghabiskan 40 hari dengan berdoa dan berpuasa untuk mempersiapkan karya pewartaan-Nya, yang mencapai puncaknya dengan wafat serta kebangkitan-Nya, jadi selayaknyalah kita meneladaniNya dengan masa 40 hari berdoa dan berpuasa untuk mempersiapkan perayaan puncak karya pewartaan-Nya, yaitu Jumat Agung (penyaliban-Nya) dan Minggu Paska (kebangkitan-Nya).

Kegiatan apa sajakah yang cocok dilakukan pada hari hari biasa sepanjang masa prapaska?
Menyangkal diri dari sesuatu yang kita sukai selama masa prapaska, melakukan tindakan berderma bagi sesama, berdoa dan berpuasa

Mengapa sikap tobat amat tepat dilakukan pada masa prapaska?

Karena masa prapaska berpuncak pada peringatan wafatnya Tuhan kita demi menebus dosa-dosa kita dan perayaan kebangkitan-Nya demi keselamatan kita. Oleh sebab itu amatlah tepat untuk menyesali dosa-dosa kita yang menyebabkan kematian-Nya. Manusia mempunyai pembawaan kejiwaan untuk berdukacita atas peristiwa-peristiwa yang menyedihkan, dan dosa-dosa kita adalah peristiwa-peristiwa yang paling menyedihkan. Karena sifat manusia yang lemah, manusia juga memerlukan waktu yang tetap untuk melakukan kegiatan tertentu - itulah sebabnya kita menetapkan hari Minggu sebagai sebagai waktu yang dikhususkan untuk beristirahat dan beribadah, karena jika tidak, kemungkinan besar kita akan lupa untuk meluangkan cukup waktu untuk beristirahat serta beribadah - karenanya sangatlah tepat untuk memiliki waktu tetap untuk bertobat. Masa prapaska adalah salah satu dari waktu-waktu yang ditetapkan tersebut.

Apakah kebiasaan menyangkal dari dari hal-hal tertentu selama masa prapaska itu wajib?
Tidak, namun demikian kebiasaan itu adalah kebiasaan yang baik serta bermanfaat.

Karena hari Minggu tidak terhitung dalam 40 hari masa prapaska, apakah kebiasaan menyangkal diri dari hal-hal tertentu juga berlaku?

Biasanya tidak. Tetapi, karena menyangkal diri dari hal-hal tertentu bermula dari sesuatu yang sifatnya sukarela, maka tidak ada aturan yang baku dan resmi mengenai hal ini. Namun demikian, karena hari Minggu adalah perayaan. lebih tepat untuk menunda penyangkalan diri tersebut pada hari Minggu. Dengan iman dan tidak dengan berhura-hura, kita merayakan hari kebangkitan Tuhan kita, sehingga hari itu dan peristiwa itu dapat dibedakan dengan hari-hari lain sepanjang masa prapaska dan dari pesta-pesta lainnya. Perbedaan yang mencolok ini memperdalam makna rohani yang diajarkan sepanjang masa prapaska

Selain hari Rabu Abu yang menandai dimulainya masa prapaska, adakah perayaan-perayaan pentingnya dalam masa prapaska?
Hari-hari Minggu dalam masa prapaska kita menganangkan peristiwa-peristiwa penting dalam hidup Tuhan Yesus, seperti transfigurasi-Nya dan Yesus memasuki Yerusalem dengan jaya pada hari Minggu Palma yang menjadi tanda dimulainya pekan suci. Sedangkan pekan suci mencapai puncaknya pada hari Kamis Putih - dimana Yesus mengadakan perjamuan, Jumat Agung - dimana Yesus disallibkan, dan Sabtu Sunyi - hari terakhir dalam masa prapaska dimana Yesus terbaring di makam sebelum kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paska, yaitu hari pertama sesudah masa prapaska.










Thursday, December 12, 2013

Berita Duka: Telah dipanggil ke rumah Bapa di Surga ayahanda dari Ibu Juniar Siregar

Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya (Mazmur 116:15)

Berita Duka:
Telah berpulang ke pangukuan Allah Bapa di Surga, Ayahanda dari Ibu Juniar Siregar / Mertua dari Bapak Renandi Sinaga, yaitu Bapak JP Siregar (O. Agatha) di RS Bella Bekasi pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 02.40 WIB.

Jenazah sementara sudah berada di rumah duka di Jl. Bandung Blok B1/8 Bekasi Jaya Indah IV Mekarsari, Bekasi - Jawa Barat, dan rencana akan diamakamkan pada hari sabtu, 14 Desember 2013 TPU Kemanggisan - Jakarta Barat.

Segenap warga Sektor 6 mengucapkan turut berduka cita. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberkan kekuatan dan penghiburan dalam melewati hari-hari tanpa kehadiran ayahanda / opung. Semoga Tuhan juga melancarkan setiap proses maupun tahapan yang akan diadakan sampai nanti jenazah dimakamkan.

Monday, December 9, 2013

Perayaan Natal Sektor 6 GKI Depok





Perayaan natal sektor 6 diselenggarakan pada hari sabtu, 7 desember 2013 mulai jam 17.30.
Ibadah berlangsung dengan meriah, anak-anak menari Tamborin, dan juga membaca alkitab dalam berbagai bahasa, kantoria diisi oleh 4 orang bapak-bapak, ada yang solois dan juga Paduan Suara Remaja dan terakhir yang hadir di ibadah melebihi target kehadiran yang semula ditargetkan 150 orang termasuk anak-anak kenyataannya mencapai 170 orang.

Tetapi walaupun kehadiran membludak makanan yang disediakan yang berasal dari jamuan kasih dari beberapa keluarga tetap tidak kehabisan bahkan masih berlebih sehingga masih bisa dibungkus untuk dibawa pulang.

Terima kasih pada Tuhan karena malam pada saat ibadah natal cuaca cerah dan tidak hujan, padahal malam-malam sebelumnya selalu hujan sehingga banyak orang bisa hadir di ibadah perayaan natal sektor 6 ini. Semoga keceriaan Natal ini dapat terus dirasakan oleh setiap kita dan dapat disalurkan kepada sesama kita.

Sektor 6 ..... mesraaaa

Keceriaan Natal dari sebagian jemaat yang difoto bareng
Semua bersukacita
Bergaya setelah selesai ibadah
Menghitung kolekte

Pada saat ibadah perayaan




Setelah acara ibadah dan perayaan Natal selesai dan setelah sebagian besar para warga sektor 6 berikut undangan dari sektor lain dan juga paduan suara remaja semua sudah pulang, maka tersisa para panitia beserta keluarga yang bertugas untuk bersih-bersih, di mana sebelumnya sudah di bagi tugas yaitu para pria akan membersihkan ruangan di atas termasuk menyapu, mengepel, dan menyusun kursi-kursi ke tempat semula dan para ibu-ibu akan mencuci piring di bawah.

Bagi sebagian besar panitia, di sinilah puncak acara sesungguhnya, di mana tercipta kebersamaan dalam melakukan clear up bersama yang dapat terlihat pada gambar-gambar di bawah ini:


Tobias sedang mengepel lantai
Aldo dan Aaron sedang mengepel lantai


Ibu0ibu sedang membersihkan kain penutup meja dan juga piring-piring

Ibu-ibu mencuci piring, di bawah
Sambil cuci piring sambil bergaya dulu
Gotong royong mencuci piring walaupun masih memakai kebaya
Tetap sukacita walaupun setelah melayani di ibadah dilanjutkan dengan melayani cuci piring









Saturday, December 7, 2013

Gladi Resik Natal

Pada tanggal 6 desember mulai jam 18.00 diadakan gladi resik natal sektor 6 dimana para pengisi pujian, pemusik dan pemimpin pujian berlatih persiapan akhir menjelang perayaan natal besoknya sambil sie perlengkapan setting ruangan dan mempersiapkan barang2 yg akan dipakai besok.

Gladi resik selesai pukul 21.30 setelah itu dilanjutkan dengan setting ruangan, meja untuk makanan, slide, sound system, mic, persiapan perlengkapan untuk konsumsi seperti piring, sendok, dll, Kegiatan ini berakhir pada pukul 23.30.

Semoga apa yang dipersiapkan oleh rekan-rekan ini pada saatnya bisa dirasakan oleh jemaat yang hadir, semoga semua jemaat yang hadir ini dapat diberkati dan kita semua juga dapat diberkati dalam melayani tuhan melalui jemaat sektor 6 ini.

Sektor 6 ..... mesraaaaa

Anak-anak berlatih nyanyi 
Suasana pada saat persiapan Gladi Resik
Sementara anak-anak berlatih, bapak-bapak setting ruangan

Monday, December 2, 2013

Mengisi pujian di ibadah minggu adven I

Pada minggu adven pertama yang jatuh di tanggal 1 Desember 2013 VG sektor 6 memberikan kesaksian pujian sebagai respond atas permintaan dari Semuger.

Pada kesempatan di ibadah ini VG Sektor 6 menyanyikan lagu ' MenyenangkanMu'. Sebuah lagu rohani yang sudah lama diciptakan dan familiar di dengar. Semoga pujian dari VG Sektor 6 dapat memberkati kita semua dan juga menyenangkan hati Tuhan.


Menyenangkan Mu

Tuhan ku mau menyenangkan Mu
Semua kuberikan pada Mu
Jadi bejana untuk hormat Mu
Cemerlang bagai emas murni

Tuhan kuserahkan hidupku
Semua kuberikan pada Mu
Kuduskan hinggal tulus selalu
Agar aku menyenangkan Mu

Menyenangkan Mu, senangkan Mu
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan Mu, senangkan Mu
Hanya itu kerinduanku



VG Sektor 6 In Action

Berfoto bersama setelah ibadah

Berfoto bersama Pendeta dan para Penatua yang bertugas